Connect with us

Tomohon

Cari Solusi Setelah DBH Dipangkas, Tomohon Studi ke Bandung

Published

on

Wali Kota Caroll Senduk (kedua dari kiri) diterima Sekretaris Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, saat memimpin rombongan Pemkot Tomohon dalam studi komparasi mempelajari kontribusi usaha panas bumi bagi daerah.(Prokopim Setda Tomohon)

Studi komparasi optimalkan kontribusi sektor energi terbarukan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

KORIDOR, Tomohon : Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melakukan studi komparasi ke Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mempelajari kontribusi usaha pengelolaan panas bumi ke daerah.

Walikota Tomohon Caroll Senduk memimpin rombongan Pemkot di antaranya terdapat Wakil Wali Kota Sendy Rumajar, Sekretaris Daerah Edwin Roring serta perangkat daerah terkait

Di Kabupaten Bandung, Tim Pemkot Tomohon diterima Sekretaris Kabupaten, Cakra Amiyana bersama jajaran terkait.

Studi komparasi ini dilaksanakan di Kabupaten Bandung mengingat Kota Tomohon dan Kabupaten Bandung sama-sama memiliki area panas bumi yaitu Lahendong dan Kemojang.

Dalam Studi Komparasi dibahas beberapa hal yaitu :

* Mekanisme perhitungan bonus produksi sektor panas bumi

* Integrasi pembiayaan program CSR dengan APBD

* Strategi investasi keuangan daerah pada hilirisasi energi terbarukan.

Menurut Wali Kota Caroll Senduk, dari hasil studi komparasi ini diharapkan Pemkot Tomohon dapat mengoptimalkan kontribusi sektor energi terbarukan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kontribusi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Skema Bagi Hasil PGE Lahendong

Sementara itu, dihimpun dari ber agai sumber, kontribusi finansial dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong kepada Pemkot Tomohon diperoleh melalui mekanisme Dana Bagi Hasil (DBH) sektor panas bumi (geothermal) serta bonus produksi, yakni:

Persentase Bagi Hasil Geothermal: Berdasarkan ketentuan dan penetapan daerah penghasil, Pemkot Tomohon memperoleh porsi bagi hasil sekitar 60,84 persen dari total bagian daerah (setelah porsi pembagian umum di mana daerah menerima 80% dan pusat 20% dari skema WKP Lahendong).

Bonus Produksi: Selain DBH, Pemkot Tomohon juga menerima dana bonus produksi dari pengoperasian wilayah kerja panas bumi. Sebagai contoh, pada tahun 2019 PGE Lahendong menyalurkan bonus produksi untuk Kota Tomohon sebesar Rp2.529.928.225 (sementara Kabupaten Minahasa menerima Rp4.271.473.426).

Dasar Hukum Terbaru: Pengaturan hak konstitusional daerah atas DBH panas bumi ini diperkuat melalui aturan turunan seperti PP No. 37 Tahun 2023 sebagai turunan dari UU Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD).

Kontribusi Non-Finansial (CSR): PGE Lahendong juga memberikan kontribusi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR), seperti dukungan terhadap sektor pertanian (Pupuk Booster Katrili untuk bunga krisan Tomohon), bank sampah, serta program pelestarian lingkungan dan sosial lainnya.

* Kontribusi Pendapatan Daerah & Operasional Lainnya
1% Pendapatan Langsung:
PGE menyalurkan 1% dari pendapatannya yang langsung ditransfer ke kas daerah untuk menopang modal pembangunan Tomohon.
Program CSR dan Sektoral: Kontribusi non-fiskal berupa pemanfaatan langsung energi panas bumi (direct use) untuk sektor industri kelistrikan, UMKM, pertanian (seperti produksi gula aren lewat PT Gula Aren Masarang), serta penyaluran CSR lingkungan seperti program Desa Energi Berdikari untuk petani bunga krisan di Tomohon.

DBH Kota Tomohon

Pagu Dana Bagi Hasil (DBH) Kota Tomohon ditetapkan sebesar Rp16,16 miliar, dengan komponen DBH yang baru dikucurkan oleh pemerintah pusat sebesar Rp 8,35 miliar (atau sekitar 51% dari pagu).

Secara nasional, pemerintah pusat melakukan pemangkasan atau penyesuaian pagu anggaran DBH secara signifikan pada APBN 2026 sebesar 69,5% (turun dari Rp192,2 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp58,5 triliun), yang berdampak langsung pada total transfer dan struktur APBD Kota Tomohon Tahun 2026 yang mengalami penyesuaian/penurunan.(dek)

Berita Utama

Sudah Diresmikan, Warga Tomohon Keluhkan Metland Marron Hotel

Published

on

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk, Wakil Wali Kota Sendy Rumajar, pemilik dan pengelola Metland Marron Tomohon melakukan toast menandai peresmian hotel bintang empat pertama di Tomohon, Jumat (23/10/2026). Inzet, Lurah Kakaskasen Dua, Fendy Mongdong. (Prokopim Setda Tomohon/dok. suluttempo.com)

Tak akomodir pekerja warga lokal, Lurah mengaku tidak tahu soal izin lingkungan

KORIDOR, Tomohon : Metland Marron Hotel Tomohon telah diresmikan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, namun sejumlah warga masih mengeluhkannya.

Percakapan sejumlah warga Tomohon di media sosial Facebook ramai membahas keberadaan hotel bintang empat pertama di Kota Bunga ini.

Mulai dari prosedur izin lingkungan serta tak diakomodirnya warga lokal sebagai pekerja di hotel yang berlokasi di Kelurahan Kakaskasen Dua, Kecamatan Tomohon Utara itu, menjadi topik yang ramai diperbincangkan.

Tak hanya warga, Pemerintah Kelurahan Kakaskasen Dua menyorot serius aktivitas operasional Metland Hotel di wilayah mereka. Lurah Fendy Mongdong terang-terangan menyayangkan adanya sejumlah prosedur perizinan yang diduga belum dilengkapi manajemen.

Dikutip dari suluttempo.com dan citakawanua.com, Mongdong menyatakan, sebagai bagian dari pemerintah, hingga saat ini pihak kelurahan mengaku belum menerima tembusan yang jelas mengenai perkembangan perizinan seperti dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL).

“Saya sebagai pemerintah Kelurahan Kakaskasen Dua tentunya mengapresiasi apa yang sudah terjadi, apalagi untuk menunjang pariwisata di Kota Tomohon. Tapi, saya juga bingung ke depannya seperti apa. Saya cuma satu kali diundang untuk pelaksanaan UKL-UPL dari Dinas Lingkungan Hidup, dan selanjutnya saya tidak tahu sampai di mana karena tidak ada tembusan,” ujarnya, Jumat (23/10) 2026).

Demi kejelasan informasi, Fendy Mongdong menyarankan mengonfirmasi langsung kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Lingkungan Hidup yang lebih berkompeten mengenai kelengkapan berkas tersebut.

Selain masalah perizinan, Lurah Fendy juga menyoroti pentingnya keterlibatan tenaga kerja lokal. Pihaknya berharap manajemen hotel dapat memprioritaskan dan memberdayakan warga masyarakat Kelurahan Kakaskasen Dua sebagai bentuk pemenuhan hak masyarakat yang telah diatur undang-undang.

Kekecewaan juga sempat dilontarkan Lurah Fendy saat bersama petugas Bhabinkamtibmas dan Polsek Tomohon Utara, berkunjung ke hotel tersebut, mereka merasa kurang mendapatkan pelayanan dan koordinasi yang baik dari pihak manajemen.

Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi dari manajemen Metland Marron Hotel Tomohon terkait keluhan di medsos maupun pemerintah Kelurahan Kakaskasen Dua itu.

Diresmikan Gubernur

Peresmian hotel tersebut dilakukan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, didampingi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon, Wakil Bupati Minahasa, pemilik hotel Ronald Korompis bersama Merry Wawengkang, Presiden Direktur PT MetLand, Anhar Sudrajat, serta Direktur PT Karya Deka, Solidi Korompis.

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan dilanjutkan dengan toast serta pesta kembang api sebagai ungkapan syukur atas diresmikannya hotel tersebut.

Tomohon Jazz Festival ikut menandai peresmiannya pada Jumat (23/10/2026) yang berlangsung selama dua hari.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas hadirnya Hotel Metland Marron Tomohon yang menjadi salah satu fasilitas akomodasi berbintang empat di Kota Tomohon.

Ia menyebutkan bahwa kehadiran hotel ini merupakan langkah penting dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Wali Kota Caroll Senduk hadir serta membawakan sambutan atas beroperasinya hotel bintang empat pertama di Kota Tomohon ini. Wakil Wali Kota Sendy Rumajar serta sejumlah pejabat juga ikut menghadiri.(dek)

Continue Reading

Tomohon

Kunjungi Tomohon, Wawali Sendy Terima Delegasi Australia

Published

on

Wakil Wali Kota Tomohon Sendy Rumajar (kanan) menyerahkan cenderamata kepada Consul General of Australia di Makassar, Sanchi Davis, saat Delegasi Australia, dalam rangka Australia-Indonesia Bridge School Partnerships Program, mengunjungi SMP Lokon St. Nikolaus Tomohon, Kamis (15/10/2026). (Prokopim Setda Tomohon).

Program ‘Bridge’ Asia Education Foundation

KORIDOR, Tomohon : Wakil Wali (Wawali) Kota Tomohon Sendy Rumajar menerima Kunjungan Delegasi Australia, dalam rangka Australia-Indonesia Bridge School Partnerships Program.

Program Building Relations Through Innovative Development, Growing Exchanges (Bridge) diinisiasi Australia-Indonesia Institute dan dikelola oleh Asia Education Foundation.

Program ini telah menjadi jembatan emas dalam mempererat hubungan bilateral, khususnya dalam dunia pendidikan antara Australia dan Indonesia. Kunjungan berlangsubg di SMP Lokon St. Nikolaus Tomohon, Kamis (15/10/2026).

Wawali Sendy Rumajar dalam sambutannya mengatakan, suatu kehormatan bagi Kota Tomohon khususnya SMP Lokon St. Nikolaus terpilih sebagai bagian dari program kemitraan Bridge.

Dia mengatakan melalui kemitraan ini meniadakan batas-batas geografis, guru dan siswa dari kedua negara dapat saling belajar, serta berbagi praktik, baik dalam dunia pendidikan, serta membangun pemahaman lintas budaya (cross-cultural understanding) yang sengat penting bagi generasi masa depan.

Menurut Wawali Sendy, kunjungan hari ini bukan sekedar kunjungan seremonial, melainkan sebuah wujud nyata dari persahabatan antar bangsa, pertukaran budaya, serta kolaborasi pembelajaran yang inovatif.

Kepada para siswa-siswi SMP Lokon St. Nikolaus Tomohon, Wawali Sendy yang juga alumni sekolah itu mengajak memanfaatkan kesempatan berharga Ini dengan sebaik-baiknya.

“Tunjukan semangat kebersamaan, rasa ingin tahu yang tinggi dan keramahan khas masyarakat Kota Tomohon kepada para tamu kita dari Australia,” ajaknya.

Hadir dalam acara itu Consul General of Australia di Makassar Sanchi Davis bersama rombongan, Representative of Australia-Indonesia Institute Board, Lidya Santoso bersama rombongan, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Tomohon Juliana Karwur, para Direktur Yayasan Pendidikan Lokon bersama, Kepala SMA Lokon St. Nikolaus dan Kepala SMP Lokon St. Nikolaus bersama guru dan siswa.(dek)

Continue Reading

Tomohon

Dibuka Wali Kota, Pelatihan Generasi Muda Kristen Digelar di Tomohon

Published

on

Wali Kota Tomohon Caroll Senduk saat membuka Christian Leadership Camp for College Student yang diselenggarakan Yayasan Satu Hati Memberkati Negeri (YSHMN) di Kota Tomohon. (Prokopim Setda Tomohon).

KORIDOR, Tomohon : Yayasan Satu Hati Memberkati Negeri memilih Kota Tomohon menjadi tempat penyelenggaraan pelatihan bagi generasi muda Kristen, yang dibuka Wali Kota Caroll Senduk.

Wali Kota Tomohon Caroll Senduk membuka kegiatan bertajuk Christian Leadership Camp for College Student yang diselenggarakan Yayasan Satu Hati Memberkati Negeri (YSHMN).

Dalam sambutan, Wali Kota mengungkapkan rasa bangganya pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan di Kota Tomohon, sekaligus mengapresiasi Yayasan Satu Hati Memberkati Negeri.

“Karena di kegiatan ini para mahasiswa mendapatkan pembinaan, mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, memiliki karakter Kristiani, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Wali Kota Caroll, Jumat (9/10/2026).

“Ini membanggakan bagi kami selaku pemerintah, karena ada yayasan yang bersedia membimbing anak-anak muda khususnya mahasiswa, dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan. Ini merupakan suatu hal yang luar biasa,” ujar tambahnya.

Peserta kegiatan berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), dan Universitas Negeri Manado (Unima).

Menurutnya, mahasiswa merupakan generasi penerus yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, pembinaan kepemimpinan yang dilandasi nilai-nilai iman, karakter, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama sangat diperlukan.

“Kami berharap, melalui leadership camp ini mahasiswa dapat bertumbuh menjadi pemimpin yang membawa berkat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara, serta mampu menjadi teladan di mana pun berada,” ungkapnya.

Wali Kota juga turut mendorong agar yayasan terus melanjutkan pelayanan dan pembinaan bagi generasi muda sehingga semakin banyak anak muda yang dipersiapkan menjadi pemimpin yang takut akan Tuhan dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan dihadiri pendiri sekaligus pembina Yayasan Satu Hati Memberkati Negeri, Yohanna Gultom, pembina YSHMN, Devie Tirajoh, Ketua yayasan Yelly Mantiri; seluruh pembina Christian Leadership Camp; serta para peserta yang merupakan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa semakin diperlengkapi dengan karakter, nilai-nilai Kristiani, dan kemampuan kepemimpinan untuk menjadi generasi penerus yang mampu membawa perubahan positif serta menjadi berkat bagi sesama.(dek)

Continue Reading

Trending