Mitra, koridormedia.com/ –
Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Bethesda Tumaratas kembali menunjukkan kreativitas di Perkemahan Karya Pemuda Gereja (PKPG) se-Sinode GMIM Tahun 2026 yang digelar di Desa Lobu, Kabupaten Minahasa Tenggara.
Kali ini, di bawa pimpinan Penatua Tea Wonte mereka menghadirkan tenda yang tidak hanya unik secara visual, tetapi sarat dengan makna teologi dan identitas.

Sepintas, tenda yang diketahui diarsiteki oleh pemuda Afel Kelung tersebut menampilkan sosok Yesus dengan tangan terangkat di bagian paling atas. Di depannya, terlihat burung manguni yang membentuk logo komunitas GMIM, sementara di bagian belakang tampak sayap-sayap yang mengingatkan pada logo komunitas Pemuda GMIM. Susunan ini menciptakan harmoni visual yang menggambarkan kesatuan antara iman dan budaya.
Tio Kaat, seorang pemuda GMIM Bethesda Tumaratas yang dikenal sebagai sosok intelektual muda di Minahasa, menjelaskan makna mendalam di balik desain tenda tersebut.
Menurutnya, tenda ini merupakan representasi dari kesatuan antara konsep transendensi Kristus dan imanensi kebudayaan dalam spiritualitas kepemudaan.
“Transenden Kristus menyatakan bahwa Kristus adalah otoritas tertinggi. Sedangkan imanensi kebudayaan menjelaskan bahwa Allah hadir di setiap sejarah manusia. Sementara spiritualitas pemuda menyatakan bahwa spirit reformasi sebagaimana GMIM adalah gereja reform berada dalam nadi kepemudaan,” ujar penulis muda Minahasa itu.
Ia menambahkan, dalam perspektif arsitektur, konsep ini menggabungkan teologi, estetika, dan kebudayaan. Tenda ini menjadi simbol bahwa iman dan budaya tidak bisa dipisahkan, melainkan saling memperkuat dalam kehidupan generasi muda GMIM.
Kreativitas Pemuda GMIM Bethesda Tumaratas ini menjadi salah satu daya tarik di PKPG 2026, sekaligus bukti bahwa generasi muda mampu mengemas nilai-nilai iman dan budaya dalam karya yang estetis dan bermakna. (Jud)


