TERKINI
Wawali Sendy Buka Kejuaraan Taekwondo Wali Kota Tomohon Cup 2026  ⸻  BSG Raih ‘Fitch Ratings Afirmasi’ Peringkat A(idn) dengan ‘Outlook Stabil’, Cerminkan Kualitas Kredit dan Likuiditas Solid  ⸻  Sulut Targetkan Inklusi Keuangan Capai 95,11% di tahun 2030  ⸻  Bantu Warga Manado, Ditpolairud Polda Sulut Salurkan 72 ribu Liter Air Bersih di Kepulauan   ⸻   Wawali Sendy Buka Kejuaraan Taekwondo Wali Kota Tomohon Cup 2026  ⸻  BSG Raih ‘Fitch Ratings Afirmasi’ Peringkat A(idn) dengan ‘Outlook Stabil’, Cerminkan Kualitas Kredit dan Likuiditas Solid  ⸻  Sulut Targetkan Inklusi Keuangan Capai 95,11% di tahun 2030  ⸻  Bantu Warga Manado, Ditpolairud Polda Sulut Salurkan 72 ribu Liter Air Bersih di Kepulauan

Sulut Targetkan Inklusi Keuangan Capai 95,11% di tahun 2030

| | 4 Pembaca | ~2 menit baca

Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sulut Reza Alexandro Wenas Dotulung, di Manado. ANTARA

KORIDOR – Manado : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) menargetkan inklusi keuangan sebesar 95,11 persen di tahun 2030, dengan melakukan kolaborasi dan sinergi program.

Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi, Reza Alexandro Wenas Dotulung, mengatakan kolaborasi dan sinergi ini akan dilakukan pemerintah bersama jasa keuangan.

Dia mengatakan kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan dan jasa keuangan non-bank sangat diperlukan sehingga target inklusi di Sulut tahun 2030 bisa tercapai.

“Kami akan memfokuskan pada masyarakat perdesaan dan pesisir, kemudian pelaku UMKM potensial dan kelompok pelajar serta perempuan,” kata Reza, seperti dilansir Antara, Jumat (28/8/2026).

Strategi akselerasi dan sinergi yang akan dilakukan yakni inklusi sejak dini, implementasi masif sesuai surat edaran Gubernur tentang Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) di seluruh sekolah dasar dan menengah hingga atas.

Kemudian, katanya, digitalisasi ekosistem, yakni perluasan program ‘Pasar Siap QRIS’ dan adopsi Fintech Lending resmi untuk pembiayaan cepat pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Sinergi perlindungan, katanya, juga sangat penting, yakni integrasi wajib penyaluran program bantuan sosial daerah melalui akun perbankan & BPJS resmi.

Terakhir, katanya, edukasi non-bank, yakni peningkatan kolaborasi aktif bersama Pegadaian, optimalisasi LKM Desa, dan program literasi instrumen Pasar Modal.

Kepala OJK Sulutgo Robert Sianipar mengatakan tahun ini berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis OJK dan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, indeks literasi keuangan mencapai 69,98 persen.

“Sementara indeks inklusi keuangan Provinsi Sulut berada di angka 94,37 persen,” katanya.

Dengan angka inklusi keuangan tahun ini, katanya, pihaknya optimistis target Pemprov Sulut di tahun 2030 akan tercapai.(ant/dg)

Bagikan artikel ini:

Video

Tulis Komentar

Berita Terkini

Semua Berita →
Audio Story

00:00
00:00
Kecepatan