Tomohon,
Persaingan mutu pendidikan di Kota Tomohon antara sekolah swasta dan negeri semakin ketat dan menunjukkan tren perbaikan yang signifikan.
Namun di balik tren positif ini, dalam Rapor Pendidikan Sekolah yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dijumpai masih rendahnya nilai Literasi dan Numerasi di sebagian besar sekolah.
Di tengah persaingan ini, sekolah swasta menunjukkan keunggulan dengan ketersediaan tenaga pendidik yang profesional dan berpengalaman serta lingkungan belajar yang nyaman dan aman, menjadi alasan utama orang tua (Ortu) menyekolahkan anak mereka di sana meskipun harus membayar uang sekolah yang relatif lebih tinggi.
Seorang orang tua dari salah satu sekolah swasta di Tomohon, Maria, mengungkapkan alasannya memilih sekolah swasta untuk anaknya.
“Saya merasa lingkungan belajar di sini lebih kondusif dan tenaga pengajarnya sangat kompeten. Meski biaya sekolah lebih mahal, saya percaya ini investasi terbaik untuk masa depan anak saya,” ujarnya.
Keunggulan tersebut menjadi pembanding nyata dengan daerah lain, di mana terkadang keberadaan fasilitas dan kualitas tenaga pengajar menjadi faktor utama dalam memilih sekolah. Bahkan, keberadaan jaminan peningkatan kapasitas dan kapabilitas peserta didik di sekolah swasta seringkali membuat uang bukan lagi menjadi masalah utama bagi orang tua yang mengutamakan mutu pendidikan.
Namun, di balik tren positif ini, Pemerintah Kota Tomohon menyadari bahwa masih ada aspek yang perlu dibenahi, khususnya peningkatan literasi numerasi anak-anak.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Utara, Febry Dien, ST, M.Inf Tech, menegaskan pentingnya peran guru dalam proses pendidikan.
“Siapa yang mengajarkan anak kita adalah para guru. Oleh karena itu, literasi dan numerasi para guru perlu terus ditingkatkan,” tegas Febry Dien saat ditemui di kantornya.
Ia menambahkan, bahwa peningkatan kapasitas guru harus didukung dengan kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah, orang tua, masyarakat, dan media.
“Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, kita perlu sinergi antara orang tua dan sekolah. Orang tua sangat penting karena anak-anak kita sebagian besar berada di rumah. Jangan sampai hasil pendidikan yang sudah baik di sekolah diabaikan di rumah,” ujar Febry Dien.
Ia juga mengingatkan bahwa empat pilar pendidikan dari Kementerian Pendidikan saat ini sangat relevan, yakni sekolah, orang tua, masyarakat, dan media. Ke depan, kolaborasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan bermutu harus terus dipupuk.
Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kota Tomohon Dr. Juliana Dolvin Karwur, M.Kes., M.Si mengatakan, pastinya Dinas menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan mutu pendidikan di semua jenjang.
Dengan sinergi yang kuat dan komitmen bersama, diharapkan Kota Tomohon mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasi pendidikan yang kompetitif, sekaligus memastikan semua anak mendapatkan pendidikan berkualitas.
“Diharapkan, melalui upaya ini, mutu pendidikan di Kota Tomohon semakin baik dan mampu bersaing secara sehat di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. (***)


