TERKINI
Sulut Targetkan Inklusi Keuangan Capai 95,11% di tahun 2030  ⸻  Bantu Warga Manado, Ditpolairud Polda Sulut Salurkan 72 ribu Liter Air Bersih di Kepulauan  ⸻  Veronica Makalew Borong Empat Prestasi di Kejuaraan Catur ASEAN+ 2026: Kado Istimewa di HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia  ⸻  S2 Pro and Lighting Tomohon Buktikan Kualitas Profesional sepanjang HUT ke-81 RI   ⸻   Sulut Targetkan Inklusi Keuangan Capai 95,11% di tahun 2030  ⸻  Bantu Warga Manado, Ditpolairud Polda Sulut Salurkan 72 ribu Liter Air Bersih di Kepulauan  ⸻  Veronica Makalew Borong Empat Prestasi di Kejuaraan Catur ASEAN+ 2026: Kado Istimewa di HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia  ⸻  S2 Pro and Lighting Tomohon Buktikan Kualitas Profesional sepanjang HUT ke-81 RI

TIFF 2026: Kolaborasi dan Transformasi

| | 13 Pembaca | ~10 menit baca

Medialis ID, Tomohon —

Enam hari penuh warna, kreativitas, dan kebersamaan. Edisi ke 14 Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 resmi ditutup pada Rabu (12/8/2026) di GOR Babe Palar, mengakhiri rangkaian perhelatan yang sejak awal dipersiapkan dengan matang oleh Pemerintah Kota Tomohon dan seluruh pemangku kepentingan.

Festival yang mengusung tema “Collaboration of Spirit” ini berhasil membuktikan bahwa Tomohon layak menjadi pusat perhatian dunia.

Perjalanan TIFF 2026 dimulai sejak peluncuran resmi pada 4 Mei 2026 di Menara Alfa Omega. Wakil Wali Kota Sendy G.A. Rumajar memimpin prosesi hand scan sebagai simbol dimulainya rangkaian festival. Pada acara itu, Sendy menegaskan bahwa TIFF bukan hanya milik Tomohon, melainkan kebanggaan Sulawesi Utara dan Indonesia. TIFF 2026 telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai bagian dari 125 Karisma Event Nusantara tahun 2026.

Langkah pelaksanaan TIFF 2026 semakin ditapaki pada 4 Juni 2026, ketika Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk memimpin rapat koordinasi persiapan di Command Center Pemkot Tomohon. Dalam rapat yang dihadiri seluruh jajaran pemerintah kota tersebut, Caroll Senduk secara resmi memperkenalkan Ketua Panitia TIFF 2026, Levita G. Supit, S.H., M.H., dan menegaskan instruksi kepada seluruh perangkat daerah untuk all out dalam mempersiapkan festival kebanggaan Kota Tomohon dan Sulawesi Utara. Tujuan utama dari TIFF ini, sebagaimana ditekankan Levita, adalah peningkatan kesejahteraan dan perputaran roda perekonomian masyarakat.

Perjuangan di Tengah Efisiensi: Lobi dan Dukungan Mengalir

Meski begitu, TIFF tahun 2026 ini bukan tanpa tantangan.

Kebijakan efisiensi anggaran menjadi salah satu tantangan. Di tengah kondisi tersebut, muncul pula berbagai pandangan skeptis dan pesimisme di tengah masyarakat mengenai pelaksanaan TIFF, termasuk terkait figur ketua panitia yang belum banyak dikenal masyarakat.

Tantangan terbesar yang dihadapi panitia adalah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada banyak sektor. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat. Sebaliknya, efisiensi menjadi pendorong untuk bekerja lebih cerdas, lebih inovatif, dan lebih banyak berkolaborasi. Wali Kota Caroll Senduk menegaskan bahwa keberhasilan sebuah festival tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh kuatnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, petani bunga, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan.

Upaya mencari dukungan dilakukan secara masif. Caroll Senduk bersama Wakil Wali Kota Sendy Rumajar dan Ketua Panitia Levita Supit melakukan serangkaian pertemuan dengan sejumlah pengusaha di Jakarta.

Hasilnya, sejumlah perusahaan nasional menyatakan dukungan terhadap TIFF 2026. Salah satu raksasa ritel berkomitmen menjadi sponsor. Dukungan juga datang dari perusahaan pertambangan, perusahaan teknologi, serta kelompok usaha pariwisata.

Ketua Panitia TIFF 2026, Levita Supit, yang juga merupakan Komite Tetap Bidang Waralaba KADIN Indonesia, memanfaatkan jaringan luasnya untuk mempromosikan TIFF di berbagai forum internasional. Ia bahkan mempromosikan TIFF 2026 langsung di hadapan pelaku usaha dari 30 negara dalam ajang ASEAN Business Summit di Malaysia.

Kehadiran KADIN Pusat yang memberikan perhatian khusus kepada Tomohon menjadi bukti bahwa festival ini bukan sekadar ajang pariwisata, tetapi juga pintu masuk bagi investasi dan kemitraan strategis.

Dukungan juga datang dari Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara, PT Pegadaian, perusahaan daerah, serta berbagai pihak lainnya.

Ketua TP-PKK Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, turut berkontribusi melalui desain batik khusus TIFF 2026.

Bagi Levita, dukungan tersebut tidak selalu mengenai dukungan uang.

Yang jauh lebih penting adalah kontribusi nyata setiap pihak untuk memastikan TIFF dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Persiapan Matang: Dari Float hingga Pengamanan

Memasuki bulan Agustus, persiapan semakin intensif. Jumlah peserta parade bunga melampaui target. Hingga 1 Agustus, float yang terdaftar mencapai 33 unit, melampaui target 27. Bahkan pada H-2, jumlah float bertambah menjadi 36 unit—rekor terbanyak sepanjang sejarah TIFF. Seluruh bunga yang digunakan dipastikan berasal dari petani lokal Tomohon.

Wali Kota Caroll Senduk bersama Wakil Wali Kota Sendy Rumajar, Ketua Panitia Levita Supit, dan Sekretaris Daerah Edwin Roring meninjau langsung progres pembuatan kendaraan hias di Hanggar Show Windows. Ratusan tenaga kerja lokal dilibatkan dalam proses pengerjaan kendaraan hias tersebut. Keterlibatan tenaga kerja lokal memperlihatkan bahwa TIFF tidak hanya menciptakan tontonan, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Dari sisi pengamanan, apel gelar pasukan digelar pada 6 Agustus untuk memastikan koordinasi lintas instansi berjalan lancar. Wali Kota Caroll Senduk bersama Wakil Wali Kota Sendy Rumajar melakukan audiensi dengan Kapolda Sulut, Pangdam XIII/Merdeka, dan Kajati Sulut untuk meminta dukungan penuh dalam pengamanan festival. Tak hanya mendapat dukungan pengamanan, mereka pun turut melibatkan diri dalam pelaksanaan festival.

Pembukaan dan Puncak Acara

Pembukaan resmi TIFF 2026 digelar di GOR Babe Palar pada Jumat (7/8/2026). Puncak acara, Tournament of Flowers (ToF), digelar pada Sabtu (8/8/2026) dengan pusat kegiatan di kawasan Menara Alfa Omega. Sebanyak 36 kendaraan hias berbalut ribuan bunga segar berparade menyusuri rute dari Show Window Kakaskasen hingga Stadion Babe Palar.

Tiga belas negara sahabat turut meramaikan festival tahun ini, termasuk Bosnia, Kepulauan Solomon, Kazakhstan, Polandia, Kuba, Korea Selatan, Filipina, dan Etiopia. Kehadiran para delegasi internasional ini menjadi bukti pengakuan dunia terhadap Tomohon sebagai destinasi wisata dan pusat florikultura. Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus turut hadir dan menegaskan dukungan Pemprov Sulut terhadap TIFF sebagai agenda pariwisata unggulan.

Dampak Ekonomi dan Kebangkitan UMKM

TIFF 2026 tidak hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata. Sebanyak 37 kelompok petani bunga lokal menyiapkan sekitar 353.000 pohon krisan. Lebih dari 210.000 pohon bunga segar diserap oleh 36 float yang terdaftar. Perputaran ekonomi di tingkat petani saja diperkirakan mencapai lebih dari Rp840 juta.

Angka tersebut menunjukkan bahwa bunga bukan sekadar elemen dekoratif dalam TIFF. Bunga menjadi bagian dari rantai ekonomi yang melibatkan petani, pekerja, pengusaha, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai Tomohon memiliki kekhasan yang dapat membawa identitas lokal ke panggung internasional. Menurutnya, Tomohon tidak hanya dapat dikenal sebagai kota bunga, tetapi juga memiliki produk khas seperti Krisan Kulo dan Krisan Riri yang berpotensi menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif daerah. Festival ini juga membuka ruang untuk business to business (B2B) matching, perdagangan, dan investasi.

Inovasi baru hadir melalui TomFest (Tomohon Festival), yang untuk pertama kalinya digelar sebagai wadah promosi bagi pelaku UMKM Kota Tomohon. Sebanyak 86 pelaku UMKM mendaftar, bersaing mengisi 20 stan yang tersedia. TomFest berlangsung di area depan GOR Babe Palar bersamaan dengan Expo TIFF 2026, dengan proses kurasi untuk memastikan produk yang ditampilkan benar-benar berkualitas.

Celebes Market Day “From Tomohon to the World” juga digelar di Michino Eki Pakewa sebagai ruang bagi pelaku UMKM untuk belajar, berkolaborasi, dan membuka akses pasar yang lebih luas.

Wakil Wali Kota Sendy Rumajar mendorong UMKM lokal untuk meningkatkan kualitas dan inovasi agar produk Tomohon mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Permintaan bunga meningkat tajam selama TIFF berlangsung, digunakan untuk kendaraan hias, dekorasi, hingga berbagai kebutuhan acara. PT Bank SulutGo (BSG) turut mendukung dengan memberikan pembiayaan kepada petani bunga dan pelaku UMKM.

Komitmen Lingkungan: Dari Zero Waste hingga Aksi Penghijauan

Di tengah gemerlap parade bunga dan atraksi budaya, TIFF 2026 juga mengusung misi pelestarian lingkungan yang kuat. Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen Tomohon sebagai kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Salah satu pencapaian penting adalah dideklarasikannya Komitmen Bersama “Kota Bunga, Zero Waste” pada 8 Agustus 2026 di Show Window Kakaskasen. Deklarasi ini melibatkan unsur pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat Kota Tomohon. Program Tomohon Zero Waste City diharapkan tidak hanya menjadi gerakan saat TIFF, tetapi berkembang menjadi budaya bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan kota, mengurangi timbulan sampah, dan menciptakan lingkungan yang nyaman dan berkelanjutan.

Aksi nyata lainnya adalah penanaman bunga yang melibatkan delegasi dari 13 negara sahabat pada 8 Agustus 2026. Para duta besar dan perwakilan diplomatik turut serta menanam bunga sebagai simbol persahabatan dan kerja sama internasional, sekaligus menegaskan pesan global bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama lintas negara.

Tak kalah penting, rangkaian TIFF 2026 juga diisi dengan Eco Trail Run pada 7 Agustus 2026, yang memanfaatkan karakter alam dan lanskap Tomohon sebagai bagian dari pengalaman wisata berbasis lingkungan. Sebanyak 200 peserta berlari menembus perbukitan dan keindahan alam Tomohon.

Rangkaian Kegiatan Lain yang Meriahkan TIFF

Selain Tournament of Flowers, Eco Trail Run, dan TomFest, TIFF 2026 juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan pendukung yang melibatkan masyarakat luas:

· Tomohon Flower Carnival: Menampilkan busana kreatif yang mengangkat tema bunga dan kekayaan budaya lokal.
· Tourism, Trade, Investment & Floriculture Expo: Digelar di GOR Babe Palar untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan investor.
· Lomba Tari Kolcis: Menampilkan tarian tradisional Kolcis dari berbagai kategori dengan total hadiah Rp21 juta.
· Kawanua Sedunia Pulang Kampung: Kegiatan yang mempertemukan diaspora Kawanua dengan kampung halaman.
· Diplomatic Tour: Kunjungan para delegasi ke berbagai destinasi wisata di Tomohon.

Penutupan dan Harapan ke Depan

Pada akhirnya, rangkaian TIFF 2026 resmi ditutup pada Rabu (12/8/2026) di GOR Babe Palar. Dalam sambutannya, Wali Kota Caroll Senduk menyampaikan rasa syukur dan menegaskan bahwa TIFF adalah milik seluruh masyarakat Kota Tomohon yang telah menjadi tuan rumah yang baik. Caroll Senduk menegaskan TIFF kini telah berkembang menjadi platform untuk memperkenalkan Tomohon melalui sektor pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, perdagangan, hingga diplomasi daerah.

“Festival ini tidak hanya menghadirkan keindahan selama beberapa hari, tetapi memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat. Bunga Tomohon semakin dikenal, produk UMKM Tomohon semakin luas pasarnya dan naik kelas,” ujarnya.

Kepada generasi muda, Wali Kota berpesan agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah.

“Jangan hanya menjadi penonton dari perubahan, jadilah bagian dari perubahan itu. Jadikan teknologi sebagai alat untuk berkarya, jadikan kreativitas sebagai kekuatan, jadikan budaya sebagai identitas, dan jadikan Tomohon sebagai tempat untuk tumbuh, berinovasi, dan membangun masa depan.”

Semangat Kolaborasi: Warisan TIFF 2026

Tema “Collaboration of Spirit” bukanlah sekadar slogan. Ia adalah nadi yang menggerakkan seluruh rangkaian TIFF 2026. Kolaborasi terlihat nyata ketika 37 petani bunga, 600 tenaga kerja lokal, 86 pelaku UMKM, 13 negara sahabat, puluhan sponsor, dan seluruh elemen masyarakat bergerak bersama dalam satu harmoni. Kolaborasi terlihat ketika pemerintah kota dan provinsi, aparat keamanan, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan media bersinergi tanpa henti.

Pesan mendalam datang dari pencetus pertama TIFF, Jefferson SM Rumajar, yang juga merupakan ayah dari Wakil Wali Kota Tomohon saat ini, Sendy Rumajar. Dalam catatannya yang ditulis pada 8 Agustus 2026 dari Bandung, Jefferson mengenang awal mula perjalanan panjang festival ini. Ia menulis bahwa TIFF digagas pada tahun 2008 dan 2010 dengan tujuan membuat akselerasi dalam pengembangan Kota Tomohon, yang pada waktu itu baru lahir sebagai kota otonom. Kini, setelah 18 tahun berlangsung, ia memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kota Tomohon dan Panitia 2026 karena berhasil memberikan warna baru dalam perhelatan kali ini.

Jefferson menyimpulkan bahwa TIFF 2026 tidak lagi semata-mata bertitik berat pada kegiatan seremonial, tetapi sudah mulai masuk ke sektor-sektor yang lebih fundamental, yakni pengembangan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan ekonomi kreatif, dengan bunga tetap menjadi faktor penggerak utama. Harapannya, TIFF kali ini menjadi momentum untuk bertransformasi dari kegiatan seremonial menjadi kegiatan yang produktif dan berorientasi bisnis, mempertemukan pelaku usaha tingkat nasional dan daerah.

“Sudah saatnya Kota Tomohon mengubah citra dan jati diri Kota Tomohon dengan mengedepankan partisipasi yang maksimal dari seluruh komponen masyarakat. Saat ini tantangannya adalah Tomohon harus maju dengan kemampuan dan identitas masyarakat itu sendiri,” tulis Jefferson.

Ia menutup catatannya dengan pesan abadi: “Bunga harus tetap menjadi ikon Kota Tomohon, harus tetap menjadi perekat masyarakat Kota Tomohon”. Dan seperti yang selalu ia gaungkan sejak awal, “Dengan bunga, masyarakat Tomohon bahagia. With Flower, People Happiness”.

Dengan berakhirnya TIFF 2026, semangat kolaborasi yang telah terbangun tidak boleh padam. Identitas Tomohon sebagai kota florikultura dapat terus dikembangkan sepanjang tahun melalui produk khas seperti Krisan Kulo dan Krisan Riri, potensi agrowisata, usaha kreatif, serta peluang perdagangan dan investasi. Karena ketika kolaborasi menjadi nyata, Tomohon bukan hanya bersinar—ia bersinar bersama dunia. (Jud)

Bagikan artikel ini:

Video

Admin
Ditulis oleh
Admin

16 artikel diterbitkan

Tulis Komentar

Berita Terkini

Semua Berita →
Audio Story

00:00
00:00
Kecepatan