Connect with us

Kota Bitung

Gandeng YP3I, Wali Kota Honandar Perkuat Pencegahan TPPO di Kota Bitung

Published

on

Wali Kota Bitung Hengky Honandar

KORIDOR, Bitung : Pemerintah Kota Bitung menegaskan komitmennya tidak tinggal diam menghadapi ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Wali Kota Hengky Honandar menyatakan kasus perdagangan manusia dan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan ancaman nyata yang tengah terjadi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta tidak menutup mata mengatasi persoalan tersebut.

“Perdagangan manusia dan kekerasan terhadap anak serta perempuan itu nyata. Kita tidak boleh tutup mata, masalah ini harus diselesaikan bersama,” ujar Hengky Honandar, Kamis (24/09/2026).

Ia menegaskan jajaran Pemerintah Kota Bitung siap berada di barisan terdepan dalam upaya pencegahan, perlindungan, hingga pendampingan bagi para korban. Namun demikian, ia mengakui pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya sinergi dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder).

Sebagai bentuk langkah konkrit, Pemkot Bitung menjalin kolaborasi strategis dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan Pembelaan Putra Putri Indonesia (YP3I). Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat sistem perlindungan sosial dan penanganan kasus di lapangan.

“Kami pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Kami butuh stakeholder di dalamnya, seperti LSM Yayasan Pembelaan Putra Putri Indonesia (YP3I) yang sudah berkolaborasi dengan kami,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat dan seluruh pihak terkait mendukung langkah ini serta bersikap proaktif dan melakukan langkah pencegahan sedini mungkin tanpa menunggu timbulnya korban baru.

“Jangan tunggu ada korban baru sibuk bergerak. Perempuan dan anak-anak kita harus terlindungi,” tegasnya.(jet)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending